Pengertian Reliabilitas

65 views

Reliabilitas adalah tingkat atau derajat konsistensi dari suatu instrumen. Reliabilitas tes berkenaan dengan pertanyaan apakah suatu tes teliti dan dapat dipercaya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Suatu tes dikatakan reliabel jika selalu memberikan hasil yang relatif sama bila diteskan pada kelompok yang sama pada waktu atau kesempatan yang berbeda. Menurut Sudjana (2006: 16), “Reliabilitas alat penilaian adalah ketetapan atau keajegan alat tersebut dalam menilai apa yang dinilainya”. Artinya, kapan pun alat penilaian tersebut digunakan akan memberikan hasil yang relatif sama. Hal senada juga diungkapkan Thoha (2003: 118), “reliabilitas sering diartikan dengan keterandalan”. Artinya, suatu tes memiliki keterandalan jika tes tersebut dipakai mengukur berulang-ulang hasilnya sama. Dengan demikian reliabilitas dapat pula diartiekan dengan keajegan atau stabilitas.

Sementara itu, Kerlinger (Arifin, 2009: ) mengemukakan, “reliabilitas dapat diukur dari tiga kriteria, yaitu stability, dependability, dan predictability. Stability menunjukkan keajegan suatu tes dalam mengukur gejala yang sama pada waktu yang berbeda. Dependability menunjukkan kemantapan suatu tes atau seberapa jauh suatu tes dapat diandalkan. Predictability menunjukkan kemampuan tes untuk meramalkan hasil pada pengukuran gejala selanjutnya. Untuk meningkatkan reliabilitas suatu tes, antara lain dilakukan dengan memperbanyak butir soal.

Selanjutnya, Gronlund (Arifin, 2009: ) mengemukakan ada empat faktor yang dapat mempengaruhi reliabilitas, yaitu”panjang tes, sebaran skor, tingkat kesukaran dan objektivitas”.

  1. Panjang tes (leng of test. Panjang tes berarti banyaknya soal tes. Ada kecenderungan, semakin panjang suatu tes akan lebih tinggi tingkat reliabilitas suatu te, karena semakin banyak soal, maka akan semakin banyak sampel yang diukur dan proporsi jawaban yang benar semakin banyak, sehingga faktor tebakan (guessing) akan emakin rendah.
  2. Sebaran skor (spread of scores). Besarnya sebaran skor akan membuat tingkat reliabilitas menjadi lebih tinggi, karena koefisien reliabilitas yang lebih besar diperoleh ketika peserta didik tetap pada posisi yang relatif sama dalam suatu kelompok pengujian ke pengujian berikutnya. Dengan kata lain, peluang selisih dari perubahan posisi dalam kelompok dapat memperbesar koefisien reliabilitas.
  3. Tingkat kesukaran (difficulty indeks). Dalam penilaian yang menggunakan pendekatan penilaian acuan normal, baik untuk oal yang mudah maupun sukar, cenderung menghasilkan tingkat reliabilitas yang rendah. Hal ini disebabkan antara hail tes yang mudah dengan hasil tes yang sukar keduanya dalam ssatu sebaran sskor yang terbatas. Untuk tes yang mudah, kor akan berada dibagian atas dan akhir dari skala penilaian. Bagi kedua tes (mudah dan sukar), perbedaan antar peserta didik kecil sekali dan cenderung tidak dapat dipercaya. Tingkat kesukaran soal yang ideal untuk meningkatkan koefisien reliabilitas adalah soal yang menghailkan sebaran skor berbentuk genta atau kurva normal.

Reliabilitas merupakan salah satu persyaratan bagi sebuah tes. Reliabilitas sebuah soal perlu karena sebagai penyokong terbentuknya validitas butir soal sehingga sebuah soal yang valid biasanya reliabel.

Pengertian Reliabilitas Pengertian Reliabilitas, Rating: 4.1/5 & 23953 views.